BAHASA | ENGLISH | 中国
ARTIKEL

Endometriosis dan Kehamilan

 

Bisakah Pengidap endometriosis hamil? Jawabannya Bisa. Dengan bantuan medis dan treatment yang benar, penderita endometriosis tetap bisa hamil. Hanya saja, proses yang dilalui relatif cukup kompleks karena terjadi gangguan pembuahan dan beberapa hambatan lain. Selain itu, ada beberapa kesulitan pembuahan yang mungkin terjadi akibat perlekatan endometriosis dalam rongga perut ataupun dalam ovarium. Endometriosis sangat berpotensi menyebabkan masalah kesuburan. Namun demikian, wanita dengan endometriosis bisa mengatasinya dengan beberapa cara. Berikut adalah tips bagi penderita endometriosis untuk mendapatkan kehamilan.

Bahkan tanpa pengobatan yang serius, penderita tetap bisa hamil dengan beberapa cara. Penderita endometriosis dapat meningkatkan potensi pembuahan dengan meningkatkan imun tubuh. Oleh karena itu, cara-cara penting untuk meningkatkan imun tubuh seperti mengkonsumsi diet sehat dan melakukan olah raga akan dapat membantu untuk mengurangi efek buruk endometriosis.
Selain itu, ada beberapa metode medis yang bisa dijalani untuk mengatasi problem endometriosis dan efeknya bagi kesuburan. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mencari tahu sejauh apa pengaruh endometriosis pada kondisi kehamilan. Setiap individu memiliki kemampuan sendiri-sendiri untuk mengatasi gangguan kesehatan. Oleh karena itu setiap pasien endometriosis harus tahu dengan detail kondisi endometriosis dalam tubuh mereka dan pengaruhnya terhadap kehamilan.

Untuk itu, diperlukan keterangan dari dokter yang akan memberikan penjelasan menyeluruh. Dokter akan menentukan keadaan pasien endometriosis dengan metode laparoskopi . Prosedur ini dilakukan untuk memeriksa kondisi organ dalam rahim dengan prosedur memasukkan semacam tabung melalui sayatan kecil. Jika pasien didiagnosis sedang mengalami endometriosis dengan tingkat keparahan di mana terjadi kerusakan pada organ reproduksi, pasien akan dianjurkan untuk menerapkan program hamil. Pasien yang dideteksi menderita endometriosis tidak dianjurkan untuk menunda kehamilan karena kesuburan akan terus menurun sehingga potensi hamil akan menurun pula seiring dengan waktu penundaan kehamilan.

Selain itu, pasien juga harus berdiskusi dengan dokter untuk menerapkan metode kehamilan yang benar. Penderita endometriosis juga harus menetapkan kerangka waktu untuk hamil jika mereka menggunakan metode terapi obat untuk menghindari efek negatif obat bagi janin. Solusi paling baik untuk mengatasi endometriosis adalah dengan mengangkat jaringan endometriosis dengan operasi. Selain itu, ada pula metode ablasi laser dan metode penguapan yang juga akan bisa membantu mengatasi endometriosis yang sangat merugikan bagi kesuburan.

Siklus perkembangan endometriosis mengalami tren yang cukup mencengangkan karena jumlah penderita penyakit ini semakin banyak dan banyak terjadi pada anak usia remaja. Wanita yang terindikasi menderita penyakit endometriosis biasanya akan merasakan sakit yang luar biasa. Sosialisasi dari pihak terkait khususnya institusi kesehatan kepada masyarakat luas berdampak pada kurangnya pengetahuan masyarakat dengan penyakit ini sehingga dari mereka juga tidak peduli dengan hal-hal yang mungkin menyebabkan penyakit ini muncul. Penyakit endometriosis ini tidaklah sepopuler atau sebahaya dengan kanker leher rahim, kanker payudara, flu burung namun memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup seorang wanita. Ini terjadi karena penyakit endometriosis ada hubungannya dengan permasalahan ketidaksuburan atau infertilitas seorang wanita. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini kami ingin mendiskusikan hal – hal yang ada kaitannya dengan endometriosis dan infertilitas.

Kista endometriosis terjadi pada sebuah jaringan yang disebut dengan endometrium yang berekspansi di luar jaringan yang seharusnya dimana endometrium itu berada, tepatnya di rongga rahim seorang wanita. Hakikatnya endometrium merupakan jaringan yang melapisi rongga rahim dan secara berkala akan dikeluarkan oleh tubuh secara alami melalui darah haid.

Penyakit endometriosis tidak hanya berdampak buruk pada sisi psikis si penderita tetapi juga sisi fisik karena penyakit endometriosis ada hubungannya dengan infertilitas atau kemandulan. Data statistik menyebutkan bahwa 20 sampai 40 persen infertilitas pada perempuan terjadi karena endometriosis. Sehingga banyak dari pasangan muda yang sudah beberapa tahun menikah dan belum dikaruniai anak gelisah mengenai penyakit endometriosis ini. Prof Tedjo juga menambahkan bahwa gangguan endometriosis sangat mengganggu mentalitas pasangan dan tentunya secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas hidup seorang perempuan yang mengidap endometriosis karena masalah kemandulan atau infertalitas. Parahnya bahwa penyakit endometriosis adalah jenis penyakit bagaikan musuh dalam selimut. Mengapa demikian? Hal ini dikaitkan dengan banyaknya para wanita yang tidak memahami dan mengerti tentang bagaimana, apa saja penyebabnya dan bagaimana penanganan penyakit endometriosis ini.

Jadi dari sini kita bisa memetik pelajaran berharga bahwa para wanita harus sangat perhatian terhadap kesehatan mereka masing – masing. Sudah saat anda memperbaiki pola – pola hidup tidak sehat yang membahayakan kesehatan anda. Selain itu rutin memeriksakan diri anda ke dokter yang khusus menangani masalah kesehatan reproduksi wanita sehingga bisa mendapatkan penanganan yang tepat oleh ahli di bidangnya. Terakhir semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk memberikan informasi mengenai hubungan antara endometriosis dan infertilitas.

Endometriosis merupakan sebuah kondisi kelainan yang terdapat pada lapisan yang berfungsi melingungi rongga kehamilan (endometrium). Kondisi normal adalah endometrium seharusnya berada pada rongga rahim, namun pada kasus endometriosis, endemetrium tumbuh pada luar rahim. Endometriosis sering terjadi pada organ-organ seperti indung telur, pada usus, kandung kemih dan dalam kondisi tertentu terjadi pada seluruh daerah panggul. Endometriosis meskipun tidak termasuk ke dalam golongan penyakit yang mematikan, namun jangan dianggap remeh, karena dapat mengganggu kesuburan wanita serta dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Jika endometriosis ini sampai menyebar hingga ke otak dan paru-paru, penderita yang mengidap endometriosis dapat mengalami pengempisan paru-paru dan mengalami kejang setiap kali haid. Sakit saat datang bulan yang tidak normal merupakan keluhan yang sering terjadi pada penderita endometriosis. Tanda umum lainnya adalah, susahnya mendapat keturunan. Hal ini disebabkan karena endometriosis dapat merusak struktur organ reproduksi wanita serta mengurangi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sperma yang masuk.

Endometriosis tidak digolongkan ke dalam kanker, meski jaringannya tumbuh secara abnormal. Ketidak normalan endometriosis tidak disebabkan oleh sifat jaringannya, tetapi disebabkan oleh letaknya yang berada di luar rahim perempuan. Pada perempuan yang tidak sedang hamil, haid akan membuang endometrium dan pada saat kehamilan, endometrium menjadi sebagai salah satu bahan makananan bagi sang janin.

Endometriosis dapat menyebabkan tidak berfungsinya beberapa organ reporoduksi wanita, biasanya dapat mengganggu dari saluran telur, indung telur dan lainnya. Endometriosi dapat menyebabkan sulitnya proses pembuahan, sehingga janin akan sulit terbentuk. Inilah penyebab pengidap endometriosi akan sulit mendapatkan anak. Kemudian, jika terjadi kehamilan, maka, terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) akan berpeluang besar.

 

Gejala-gejala

Endometriosis memiliki gejala khas antara lain:
• Pada sat menstruasi, perut akan terasa nyeri, kadang diikuti oleh kejang-kejang di otot perut
• Jika akan duduk, sakit akan terasa pada pinggang
• Bagian panggul akan terasa nyeri, di daerah belakang dan samping panggul
• Jika pernah mengalami sakit maag, maka gejala endomteriosis akan mirip saat sakit perut ketika mengalami maag
• Saat buang air besar, terasa sakit pada daerah anus dan sekitarnya
• Ada kecenderungan vagina menebal
• Sebelum tiba siklus haid, di dahului oleh munculnya bercak merah
• Pada saat berhubungan, akan terasa sakit
• Pada saat haid berlangsung, jumlah darah yang keluar berlimpah

 

Pengobatan

Jika endometriosis terjadi akibat adanya gangguan hormonal, maka hal ini dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan pengatur produksi hormon. Jika endometrisosis dalam bentuk kista, penyembuhan dapat dilakukan dengan operasi laparoskopi diikuti dengan terapi hormonal. Jika operasi berjalan dengan baik, maka perempuan yang mengalami endometriosi ringan sebelumnya besar kemungkinan akan kembali bisa hamil kembali, tapi ada pula beberapa kasus perempuan yang menderita endometriosis dapat hamil tanpa dilakukan operasi terlebih dulu, lalu gejala endometriosisnya bisa berkurang. Jadi, jangan terlalu cemas jika anda mengalami endomteriosis. Peluang masih terbuka lebar untuk anda dapat hamil, selama anda bisa menerapkan pola hidup sehat, berpikiran positf dan melakukan terapi atau pengobatan sesuai dengan petunjuk teknis dari dokter anda.

Endometriosis dan Bayi Tabung

Manfaat dan Keuntungan
Menurut berbagai data dan fakta yang berhasil diolah dari berbagai sumber, manfaat, dan keuntungan program bayi tabung untuk endometriosis adalah:
1. Memperbesar Peluang.
Proses pembuahan sel telur oleh sperma dapat dilakukan diluar tubuh ibu, sehingga peluang terbentuknya embrio atau janin akan makin besar. Gangguan endometrium mungkin saja menutup jalan sel telur ketika akan menuju rahim.
2. Mencegah Ektopik
Kehamilan diluar kandungan atau kehamilan ektopik bisa saja terjadi akibat sel telur yang telah terbuahi tidak berjalan menuju rahim, namun justru bergerak kearah luar rahim. Kehamilan ektopik ini apabila dibiarkan akan menyebabkan tindakan bedah harus dilakukan untuk mengeluarkan embrio dalam tubuh.
3. Aman
Kondisi pertumbuhan dan perkembangan janin akan lebih terpantau karena ahli medis akan menanamkan kembali embrio yang telah berhasil dibuahi ke dalam rahim. Tentu saja penanaman kembali embrio ke dalam rahim dilakukan apabila tindakan bedah untuk membuang endometriosis sudah dilakukan.
Ada baiknya dilakukan pemeriksaan lebih teliti mengenai letak terjadinya endometriosis sebelum pasangan memutuskan kehamilan lewat program bayi tabung untuk endometriosis. Sebagian besar ahli medis akan melakukan tindakan bedah menggunakan teknik elektrokauter pada prosedur laparoskopi apabila ternyata terdapat endometrium yang memiliki garis tengah lebih besar dari 5 cm. Biasanya pasca penanaman kembali embrio ke dalam rahim, gejala yang mengikuti endometriosis akan hilang dengan sendirinya. Semoga bermanfaat.

ARTIKEL TERKAIT

  • Menunda Kehamilan dan Risikonya pada Kesuburan

    Kehamilan memang harus direncanakan dan butuh persiapan. Pasangan yang memutuskan menikah, tidak berarti serta merta siap untuk punya anak. Banyak pasangan suami istri yang ingin menunda untuk punya anak dengan alasan ingin beradaptasi dulu dengan pasangan, menyelesaikan pendidikan, mencapai...

  • Signing Agreement Morula IVF and Evesunny Ghuangzhou China of Medical Tourism

    Signing agreement Morula IVF Jakarta and Evesunny Ghuangzhou China of medical tourism (21 April 2015)

  • pcos

    AKU PCOS, APA YANG HARUS KULAKUKAN?

    Polycystic Ovary syndrome (PCOS) atau disebut juga Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan endokrin/hormonal yang paling erring dijumpai pada perempuan usia subur. 1 dari 10 wanita usia subur menderita PCOS. Masalah yang paling sering diakibatkan oleh PCOS adalah gangguan...

  • cadanganovarium

    Menilai Cadangan Sel Telur

    Hasil pengujian cadangan ovarium atau ovarium reserve sering dipandang oleh pasien sebagai kabar baik maupun kabar buruk. Kabar buruknya adalah untuk pasien dengan cadangan ovarium yang rendah, kemungkinan suksesnya kehamilan atau suatu terapi infertilitas sangat terbatas. Ketika dihadapkan...

  • Day-5-biopsy

    Peningkatan Keberhasilan Memiliki Buah Hati Melalui PGS (pre-implantation genetic screening)

    • Angka keberhasilan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung sebagai salah satu program kehamilan berbantu yang menjanjikan kemungkinan kehamilan terbaik, saat ini relatif belum optimal. • Perkembangan teknologi analisa kromosom, salah satunya array-Comparative Genomic Hybridization...

TESTIMONIAL

5th yll sempet minder blm dikasi keturunan, lgs fokus cari tau Αϑα apa dg reproduksi αкυ ϑάn suami, tentunya cari info dok yg sekiranya oke jg dong. Tanpa pikir panjang, lgs ke BIC (dr ivan) mll proses periksa bertahap, αкυ suami putuskan  ikut ivf. Dengan pantauan team dokter suster handal, sabar, komunikatif, ϑάn  kami  bismillah, yakin, sabar, bdoa, ikhtiar, ikhlas Alhamdulilah, اللّهَُ kasih jalan, ivf kami berhasil, kehamilan kembar tripet. . Alhamdulillah semua tumbuh sehat, .. ♔τ̲̅н̲̅a̲̅и̲̅κ̲̅ч̲̅o̲̅u̲̅♔ team BIC  ({})

Setelah lebih dari 10 tahun saya & suami mencoba u/ memiliki anak, Morula menjadi tempat dimana kami dapat mewujudkan harapan. Di Klinik Morula kami mendapatkan pelayanan dan konsultasi yg profesional, tanpa mengalami kendala berarti, dua bulan setelah mengikuti proses awal IVF, saya dinyatakan hamil.Kebahagian bertambah dibulan berikutnya dengan adanya kabar bahwa saya hamil triplet. Rasa bahagia dan syukur yg mendalam atas keberhasilan program IVF yg kami jalankan. Thanks to Dr. Indra Anwar dan Dr. Agustin serta seluruh perawat yg terlibat dlm keberhasilan program IVF. Keep the good work!

Tidak pernah terbayang, bila kini hari hariku dan suami, ramai oleh riuh rendah suara anak-anak dan segala perabotannya. Dalam waktu 2 tahun setelah 9 tahun kosong, triplet ( Raina, dan adiknya rayya terlahir mengisi kehidupan kami. Thanks to God, dr ivan and morula, harapan itu bisa menjadi kenyataan. Aku bisa memeluk, mencium dan bermain bersama keempat buah hatiku. Lengkap sudah rasanya .. life is miracle. Morula is a miracle ..

‎Mimpi 11 thn pernikahan saya terwujud ditahun 2014 dengan kelahiran baby Gwen Shania Ivanikarmel Sinaga melalui program ivf di Morula Jakarta..saya mengucapkan trimakasih buat dr Ivan Sini SpOG yang sudah sabar membantu proses bayi tabung dan proses kelahiran baby Gwen ke dunia ini.. 

Semua testimoni
GALERI
  • IMG_0507
  • WhatsApp Image 2017-07-31 at 1.29.06 PM
  • IMG_917944
  • unnamed
  • 14692061_1147553608656647_1880102189472884558_o
  • IMG-20160408-WA0043(1)
  • 10522767_923472937731383_597399852056795438_n
  • aktivitas-morula-2
  • baby6-w
  • Morula IVF 1
  • keluarga 6
  • foto2-morula10
  • foto2-morula45
  • foto2-morula61